Konflik Kehutanan yang Berbuah Kekerasan

Intip Hutan Mei-Juli 2003 Konflik yang sangat beragam dan terpendam sedalam sejarah panjang pengelolaan hutan telah meninggalkan warisan kepada kita berupa rusaknya hutan. Seluruh Jawa setidaknya 600 ribu hektare hutan berubah menjadi tanah kosong yang hanya ditumbuhi semak belukar. Sebuah pertanyaan bagi kita apakah konflik kehutanan hanya memakan korban hutan semata? Jawaban atas pertanyaan tersebut tentu saja tidak. Selain degradasi sumber daya hutan konflik kehutanan juga telah banyak makan korban dari pihak-pihak yang bersengketa atau berkonflik. Selama rentang waktu tersebut banyak korban jatuh. Menurut Hugh Miall dkk, konflik merupakan ekspresi heterogenitas kepentingan, nilai, dan keyakinan yang muncul sebagai formasi baru akibat perubahan sosial yang timbul bertentangan dengan hambatan yang diwariskan. … Continue reading →

Kontribusi Pengelolaan Hutan Terhadap PAD Sulteng dlm OTODA

Intip Hutan Mei-Juli 2003 Hutandi Daerah Sulawesi Tengah merupakan sumber daya yang sangat penting karena melingkupi sebagian basar wilayah Sulawesi Tengah. Hutan dengan fungsinya yang beragam baik dari segi ekonomi maupun dari segi lingkungan memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembangunan. Sejalan dengan digulirkannya Otonomi Daerah (OTDA) yang memberikan wewenang kepada daerah untuk mengurus rumah tangga sendiri dan bagi sektor kehutanan tentunya memberikan dampak tersendiri karena di satu sisi hutan sebagai modal daerah harus dimanfaatkan dalam menopang pendapatan asli daerah (PAD) dan di sisi lain upaya untuk melestarikan dan mempertahankan kondisi serta fungsi hutan akan semakin mendapat tekanan dari berbagai ancaman dan gangguan yang mengarah pada pengrusakan hutan (deforestasi). … Continue reading →

Sejarah Penjarahan Hutan Nasional

Intip Hutan Mei-Juli 2003 Pengertian yang umum tentang menjarah adalah merebut dan merampas milik/hak orang lain, dan penjarah adalah orang yang melakukan penjarahan (atau yang suka menjarah) (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1986). Kalau kita mengkaji aksi penjarahan sebagai bagian dari pemanfaatan hutan nasional maka penjarahan ini akan terkait 2 kategori utama. Kategori pertama, ada orang/pihak yang menguasai dan/atau memiliki hutan yang bukan miliknya secara paksa. Kategori kedua, ada orang/pihak yang melakukan kegiatan di dalam hutan sehingga merugikan, melanggar atau merampas sebagian atau seluruh dari hak-hak orang/pihak lainnya atas hutan. Melihat penjarahan hutan dari pengertian ini, kita harus membebaskan diri dari “penjara” hukum kehutanan yang ada saat ini. Penjarahan hutan nasional … Continue reading →

Dibalik Kerusakan Hutan Indonesia

Intip Hutan Mei-Juli 2003 Komoditas kelapa sawit (Elaeis guineensis) masuk ke Indonesia sekitar tahun 1848 oleh orang Belanda yang kemudian menanamnya di Kebun Raya Bogor. Tanaman yang berasal dari Afrika Selatan ini diekstraksi minyaknya dari tandan buah kelapa sawit yang berguna sebagai minyak untuk memasak, bahan baku produk sabun, margarin dan berbagai produk lainnya. Saat ini luas areal perkebunan kelapa sawit mencapai lebih dari 3 juta ha, luasan terluas dibandingkan perkebunan karet. Sebagian besar perkebunan kelapa sawit berlokasi di Sumatera, tetapi ekspansinya maju pesat di Kalimantan, terutama Kalimantan Barat. Upaya memperluas perkebunan sawit diarahkan di Kalimantan Timur, Sulawesi, dan Papua. Biaya produksi yang cukup murah dalam menanam sawit dan berproduksi … Continue reading →

Intip Hutan Mei-Juli 2003

Dibalik Kerusakan Hutan Indonesia Sejarah Penjarahan Hutan Nasional Kontribusi Pengelolaan Hutan Terhadap PAD Sulteng dalam Prospek Otonomi Daerah Konflik Kehutanan yang Berbuah Kekerasan Konflik Antara Masyarakat Sekitar Hutan, Masyarakat Adat dan Pengusaha HPH Menjaga Hutan Menjaga Madu Sisi Lain TN Rawa Aopa Watumohai Menambang di Kawasan Lindung Desa Pinggiran Hutan Jawa