Peran Penting Gambut dalam mengurangi Laju Perubahan Iklim

Oleh Pardi Pay GAMBUT? Mungkin terasa asing mendengar istilah itu. Kita lebih familiar dengan ekosistem hutan, sungai, laut dibandingkan dengan gambut. Namun tahukah kamu, bahwa gambut memiliki peranan yang sangat penting bagi stabilnya iklim dan kelangsungan hidup di bumi terutama terkait dengan perubahan iklim. Gambut merupakan kumpulan dari sisa pepohonan, lumut, rerumputan dan jasad hewan yang telah membusuk selama ribuan tahun dan berubah menjadi endapan tebal. Gambut biasanya ditemukan di lokasi genangan air. Lahan Gambut merupakan ekosistem yang sangat penting bagi Indonesia dan mendapat perhatian istimewa terkait pengelolaan lingkungan di Indonesia. Berdasarkan data Forest Watch Indonesia, luas lahan gambut di Indonesia sekitar 19,3 juta ha atau lebih dari 10% dari … Continue reading →

INTIP HUTAN 2017

KIRIM KARYAMU! Kami mengundang kawan-kawan untuk ikut berkarya dalam majalah Intip Hutan Edisi Maret 2017. Intip Hutan adalah majalah tiga bulanan Forest Watch Indonesia. Kami percaya, karya adalah proses menuangkan pikiran. Dan ketika kita berpikir, berarti kita ada (Cogito ergo sum-Decartes). Buktikan kalau kalian eksis! KETENTUAN Karya belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun (cetak atau digital). Tema Tulisan untuk INTIP HUTAN Maret : Tanah Untuk Hutan Karya tetap menjadi hak milik kontributor. Kontributor yang karyanya dimuat di Majalah Intip Hutan akan mendapat pemberitahuan dari redaksi. Karya kontributor yang dimuat akan mendapatkan merchandise menarik dan akan dikirim bersama dengan majalah Intip Hutan edisi Maret 2017 Kontributor yang karyanya sudah dimuat … Continue reading →

Merawat “Warisan” yang Tersisa di Tanah Jawa

Intip Hutan Edisi September 2016 Oleh: Via Mardiana Pernah berpikir bagaimana jika suatu hari nanti tinggal beberapa pohon yang tumbuh di bumi ini? Bumi akan panas, gersang, kering. Air akan menjadi barang berharga yang diperebutkan. Mereka yang kaya bisa membeli, mereka yang miskin hanya tinggal menunggu kematian karena dehidrasi. Lalu, bagaimana pula jika suatu hari nanti pohon benar-benar tidak ada di bumi ini? Bagi kita, mungkin tidak akan merasakannya. Tetapi anak cucu kita kelak akan tahu bahwa mereka mempunyai orang tua yang tidak pandai merawat bumi. Mereka akan mengecap kita sebagai generasi yang tidak tahu diri, generasi yang menyisakan warisan kehidupan yang pilu dimana bumi sudah semakin kering dan kehidupan … Continue reading →

Kebijakan Kehutanan Dalam Perspektif Pengelolaan DAS

Intip Hutan Edisi September 2016 © Forest Watch Indonesia Masyarakat tentunya berhak mendapatkan kualitas lingkungan yang baik yang dapat mendukung sistem keberlanjutan kehidupan yang ditunjang dari keberadaan hutan. Hutan memberikan oksigen, keteduhan, kesegaran, serta kesejukan yang telah dinikmati manusia selama ini dan tidak pernah diperhitungkan nilainya secara ekonomi. Hutan dipandang sebagai sub sektor pertanian yang dimanfaatkan dalam bentuk produk hasil hutan kayu dan hasil hutan bukan kayu termasuk jasa lingkungan dan sumber daya air. Pada tahap saat ini, hutan yang menjadi tumpuan kualitas lingkungan telah terkikis secara kualitas dan kuantitasnya sehingga menimbulkan dampak seperti bencana alam banjir, kekeringan, longsor, dan pencemaran. Dalam undang-undang kehutanan menyebutkan bahwa selain hak, masyarakat juga … Continue reading →

Cerita Turun Gunung

Intip Hutan Edisi September 2016 Oleh: Nurika Manan © Forest Watch Indonesia Dua tangan dengan gurat otot itu menggenggam panjang selang air. Diikuti gerakan ke segala arah, air dari selang membasahi lahan yang luasnya kira-kira setengah lapangan bola. Sebuah petak di Desa Sarongge, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kala itu musim kemarau, petani harus rajin menyiram lahan kalau tak mau hasil panennya buruk. Tiba-tiba saya membayangkan tokoh Santiago dalam novel The Old Man and The Sea karya Ernest Hemingway. Santiago, nelayan tua yang masih berkeras melaut, mencari ikan. Kini saya seperti melihatnya lekat-lekat. Namun bukan di tengah arus Teluk Meksiko, ini kali di tengah lahan yang sekelilingnya ditumbuhi sayuran. … Continue reading →